Oleh: Any Sulistyowati
Di kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang menderita penyakit psikosomatis. Penyakit ini sebetulnya merupakan sebuah ekspresi penyakit fisik yang dipengaruhi oleh persoalan psikologis (mental). Masalahnya banyak penderita psikosomatis tidak menyadari bahwa permasalahan fisik yang mereka alami sebetulnya dipengaruhi oleh persoalan mental. Banyak dari mereka yang bolak balik ke dokter, mengkonsumsi obat tanpa pernah menyentuh penyebab persoalan yang sebenarnya.
Sebagai aktivis, banyak tekanan yang kita hadapi dalam menjalankan misi hidup kita. Berbagai tekanan tersebut potensial menyebabkan berbagai persoalan kesehatan mental. Padahal kesehatan mental ini sangat penting untuk kualitas hidup kita. Tanpa kualitas hidup yang bagus, kekuatan kita untuk membuat perubahan menjadi melemah. Kita tidak dapat secara penuh memberikan diri kita untuk perubahan yang kita cita-citakan.
Kesehatan mental berperan sangat penting dalam hidup kita. Tanpa kesehatan mental, kualitas hidup kita akan merosot tajam. Kesehatan mental akan lebih baik jika disirami dengan emosi positif. Emosi positif dibangun dari cara berpikir positif. Cara berpikir positif lahir dari cara pandang positif terhadap diri sendiri dan kehidupan.
Berikut ini adalah beberapa tips memelihara dan meningkatkan kesehatan mental:
[MEDIA] Musik Sebagai Media Pelepas Ketegangan
Oleh: Any Sulistyowati
Dalam kehidupan, kita mengalami pasang surut situasi emosi. Ada masa-masa membahagiakan, ada masa-masa sedih dan mengecewakan. Semua itu adalah bagian dari dinamika kehidupan yang perlu kita jalani. Telah banyak media dikembangkan manusia untuk mengekspresikan dan melepaskan emosi. Salah satunya adalah lewat musik.
Musik dan lagu sebagai media untuk penyembuhan jiwa telah dikenal sejak lama. Sejak zaman dahulu kala sampai saat ini, musik telah dikenal sebagai media untuk mengekspresikan dan melepaskan emosi, baik positif maupun negatif. Banyak karya seni luar biasa lahir dari ekspresi emosi jiwa penciptanya. Banyak di antara karya-karya tersebut yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap dapat dinikmati hingga kini.
Selain sebagai ekspresi atau melepas emosi jiwa penciptanya, karya-karya seni itupun seringkali digunakan oleh banyak orang dari masa ke masa. Banyak orang menggunakan musik untuk mengekspresikan emosi mereka, misalnya mengekspresikan kegembiraan dan juga untuk melepaskan emosi negatif misalnya dalam bentuk berbagai ketegangan yang berkecamuk di dalam dada. Ketika kita sedih, kita menghibur diri dengan mendengarkan lagu-lagu yang membangkitkan semangat dan kegembiraan. Setelah mendengarkan musik, hati kita yang suram menjadi cerah kembali. Hati yang cerah akan membawa kegembiraan di dalam hidup kita. Kegembiraan itu akan membuat kita lebih bersemangat untuk menghasilkan karya-karya terbaik di dalam hidup kita.
Dalam kehidupan, kita mengalami pasang surut situasi emosi. Ada masa-masa membahagiakan, ada masa-masa sedih dan mengecewakan. Semua itu adalah bagian dari dinamika kehidupan yang perlu kita jalani. Telah banyak media dikembangkan manusia untuk mengekspresikan dan melepaskan emosi. Salah satunya adalah lewat musik.
Musik dan lagu sebagai media untuk penyembuhan jiwa telah dikenal sejak lama. Sejak zaman dahulu kala sampai saat ini, musik telah dikenal sebagai media untuk mengekspresikan dan melepaskan emosi, baik positif maupun negatif. Banyak karya seni luar biasa lahir dari ekspresi emosi jiwa penciptanya. Banyak di antara karya-karya tersebut yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap dapat dinikmati hingga kini.
Selain sebagai ekspresi atau melepas emosi jiwa penciptanya, karya-karya seni itupun seringkali digunakan oleh banyak orang dari masa ke masa. Banyak orang menggunakan musik untuk mengekspresikan emosi mereka, misalnya mengekspresikan kegembiraan dan juga untuk melepaskan emosi negatif misalnya dalam bentuk berbagai ketegangan yang berkecamuk di dalam dada. Ketika kita sedih, kita menghibur diri dengan mendengarkan lagu-lagu yang membangkitkan semangat dan kegembiraan. Setelah mendengarkan musik, hati kita yang suram menjadi cerah kembali. Hati yang cerah akan membawa kegembiraan di dalam hidup kita. Kegembiraan itu akan membuat kita lebih bersemangat untuk menghasilkan karya-karya terbaik di dalam hidup kita.
[JALAN-JALAN] Lepaskan Stres Anda di Sini
Oleh: Agustein Okamita
Stres merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang dihadapi oleh manusia saat ini. Penyebab stres bisa berasal dari berbagai sumber, misalnya pekerjaan, uang, kesehatan, kekhawatiran hubungan, maupun media. Dengan begitu banyaknya sumber stres, orang mulai sulit menemukan waktu bersantai dan melepaskan diri dari stres. Ketika orang mulai mengalami stres kronis, hal itu akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya secara negatif.
Melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi stres. Ketika mengerjakan sesuatu yang menjadi passion atau hobi, kita akan mengerjakannya dengan gembira. Kegembiraan itu membuat pikiran kita lebih segar (fresh) dan menolong untuk berpikir lebih jernih dalam menghadapi persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan. Hobi dapat dilakukan sendirian maupun bersama-sama dalam sebuah kelompok atau komunitas. Melakukan kegiatan bersama-sama banyak manfaatnya, antara lain membuat kita bisa saling berbagi dengan teman-teman.
Di kota Bandung, banyak sekali komunitas yang dapat menjadi wadah bagi orang-orang untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi atau passion mereka. Di antaranya adalah:
Komunitas Merajut Bandung
Komunitas Merajut Bandung berawal dari beberapa para perajut yang berkumpul sebulan sekali untuk merajut bersama. Setiap kali berkumpul, mereka berbagi teknik merajut yang baru dan saling mengajar satu dengan yang lain. Dengan mempelajari berbagai teknik merajut, para perajut ini mengembangkan kemampuan merajut mereka dan tidak terpaku pada satu teknik merajut saja. Mereka juga menerima para perajut pemula di dalam kelompok, sehingga para pemula ini dapat belajar cara merajut dari teknik yang paling mudah untuk dikuasai. Setelah kemampuan merajut mereka semakin baik, mereka juga bisa mengajari orang lain untuk merajut.
Seiring kemajuan teknologi informasi dan media sosial, para perajut ini kemudian membuat sebuah grup di Facebook dengan nama Komunitas Merajut Bandung. Grup ini terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar merajut bersama-sama di dalam komunitas. Sekarang kelompok ini dikenal dengan nama Komunitas Merajut Bandung (KMB), sesuai dengan nama grup di Facebook tersebut. Selain membuat grup, KMB juga membuat laman (page) di Facebook untuk memberi wadah bagi para perajut yang ingin memasarkan hasil rajutan mereka secara online.
Selain melakukan kegiatan merajut bersama, Komunitas Merajut Bandung juga menyelenggarakan beberapa acara baik yang bersifat lokal maupun nasional. Beberapa acara yang sudah dilaksanakan adalah Festival Rajut Indonesia (tahun 2012) dan Festival Rajut Bandung (2013). Kedua acara ini diselenggarakan di Bandung. Di Festival Rajut tersebut para perajut dapat memamerkan dan menjual hasil-hasil karya mereka. Melalui acara ini, masyarakat umum juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan merajut. Di sana masyarakat dapat melihat bahwa merajut merupakan salah satu hobi yang positif dan yang dapat menghasilkan karya-karya yang indah dan bermanfaat.
Komunitas Merajut Bandung juga ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh para perajut sedunia, seperti WWKIP (World Wide Knitting and Crochet In Public), di mana para perajut berkumpul di tempat-tempat umum untuk merajut. Merajut adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk stress releasing.
Jika Anda bertanya kepada para perajut, apa arti merajut bagi mereka, seperti yang dilakukan oleh Craft Yarn Council dalam #StitchAwayStress Campaign mereka, maka Anda akan mendapatkan berbagai jawaban seperti:
Sebagai tambahan, kegiatan merajut bersama memotivasi setiap perajut untuk menyelesaikan proyek-proyek rajutan mereka dan belajar teknik merajut yang tidak mereka kuasai sebelumnya, dibandingkan ketika kegiatan merajut dilakukan seorang diri. Selain itu, sambil berkumpul bersama untuk menyalurkan hobi dan passion, para perajut juga bisa berbagi kegembiraan dan --untuk sementara-- bisa mengambil jarak dengan berbagai persoalan kehidupan. Setelah berhasil mengambil jarak dari persoalan mereka, mereka diharapkan dapat melihat persoalan hidup dengan cara pandang yang lebih baik yang berdampak pada menurunnya tingkat stres mereka.
Jendela Ide
Jendela Ide adalah wadah berkumpulnya berbagai komunitas yang mayoritas anggotanya terdiri atas anak-anak dan remaja, untuk menyalurkan hobi, bakat, dan passion mereka. Di Jendela Ide, mereka belajar bermain musik, bernyanyi, melukis, craft, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Selain berkegiatan, anak-anak juga berinteraksi satu sama lain. Dalam mempelajari berbagai hal di Jendela Ide, anak-anak didampingi olehbeberapa orang dewasa yang berperan sebagai fasilitator.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Jendela Ide memang berfokus pada anak-anak dan remaja. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain visual art, body movement, musik, dan lain-lain. Selain menyelenggarakan kegiatan rutin, Jendela Ide juga mengikutsertakan anggotanya untuk tampil dalam berbagai acara, salah satunya di Festival Anti Korupsi yang diselenggarakan di Bandung pada bulan Desember 2015. Pada acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, Jendela Ide berpartisipasi dengan mengikutsertakan Suara Anak. Suara Anak adalah sekumpulan anak yang menciptakan dan menyanyikan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri. Dalam menciptakan lagu dan berlatih menyanyi, mereka didampingi oleh para fasilitator Jendela Ide.
Jendela Ide memiliki misi menjadi ruang bagi dialog antar pemuda dari berbagai latar belakang ekonomi, sosial, budaya dan politik, demikian juga anak-anak dengan kebutuhan khusus. Mereka berorientasi pada pribadi manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Jendela Ide berusaha agar anak dan remaja dapat menggunakan kemampuan mereka dan mengembangkan informasi yang diterima, sehingga informasi yang tidak hanya 'dikenal', tapi menjadi sesuatu yang dipelajari, mempertanyakan, dan dapat menjadi bahan untuk hidup mereka untuk memahami secara kritis. Selain itu mereka juga memberikan kesempatan untuk mengambil peran aktif dalam menentukan nilai-nilai dalam kehidupan mereka.
Jendela Ide memang tidak secara spesifik mencantumkan stress releasing sebagai tujuan dari komunitas mereka. Akan tetapi setiap kegiatan yang dilakukan di Jendela Ide dapat memunculkan kegembiraan sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat stress. Kegiatan di Jendela Ide memberi ruang kepada anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan dirinya dan untuk belajar menemukan cara-cara yang sesuai bagi dirinya untuk bergembira dan mengurangi tekanan-tekanan dalam hidup.
Tempat-tempat untuk Membantu Melepaskan Stress
Di kota Bandung juga banyak tempat yang dibuat sebagai sarana untuk mengurangi stress. Dua di antaranya adalah HanAra Wellbeing Center dan Yoga Leaf. HanAra Well-being Center yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto 68 Bandung ini menawarkan berbagai program yang efektif untuk membantu membersihkan meridian tubuh dari setiap penghalang sehingga memungkinkan kehidupan energi (Chi) untuk bebas mengalir. The HanARa Way adalah proses yang sederhana dan dapat diverifikasi dirancang untuk mengisi ulang energi kehidupan tubuh, yang jika dilakukan setiap hari akan mengaktifkan kembali kecerdasan tubuh bawaan kita di penyembuhan diri yang berkelanjutan.
Masyarakat umumnya mengenal yoga sebagai aktivitas latihan utama asana (postur) yang merupakan bagian dari hatta yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun. Selain manfaat-manfaat di atas, yoga juga dapat membantu untuk melepaskan stress. Di Yoga Leaf, kita bisa mempelajari teknik-teknik dan gerakan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh fisik dan teknik – teknik pernapasan dan meditasi yang dapat memberikan ketenangan pikiran.
Selain tempat-tempat yang disebutkan di atas, ada banyak pilihan tempat yang dapat membantu mengurangi kondisi stres yang Anda alami. Demikian juga, terdapat sangat banyak komunitas di Kota Bandung yang bermanfaat untuk menyalurkan hobi dan secara tidak langsung membantu untuk mengurangi stres, di antaranya komunitas olah raga bela diri, komunitas olah raga bersepeda, komunitas yoga, komunitas pencinta bunga, dan lain-lain. Kita bisa mencari dan memilih untuk ikut dalam komunitas yang sesuai dengan hobi kita, atau membuat komunitas sendiri bersama orang-orang yang dekat dengan kita.
Stres merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang dihadapi oleh manusia saat ini. Penyebab stres bisa berasal dari berbagai sumber, misalnya pekerjaan, uang, kesehatan, kekhawatiran hubungan, maupun media. Dengan begitu banyaknya sumber stres, orang mulai sulit menemukan waktu bersantai dan melepaskan diri dari stres. Ketika orang mulai mengalami stres kronis, hal itu akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya secara negatif.
Melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi stres. Ketika mengerjakan sesuatu yang menjadi passion atau hobi, kita akan mengerjakannya dengan gembira. Kegembiraan itu membuat pikiran kita lebih segar (fresh) dan menolong untuk berpikir lebih jernih dalam menghadapi persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan. Hobi dapat dilakukan sendirian maupun bersama-sama dalam sebuah kelompok atau komunitas. Melakukan kegiatan bersama-sama banyak manfaatnya, antara lain membuat kita bisa saling berbagi dengan teman-teman.
Di kota Bandung, banyak sekali komunitas yang dapat menjadi wadah bagi orang-orang untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi atau passion mereka. Di antaranya adalah:
Komunitas Merajut Bandung
Komunitas Merajut Bandung berawal dari beberapa para perajut yang berkumpul sebulan sekali untuk merajut bersama. Setiap kali berkumpul, mereka berbagi teknik merajut yang baru dan saling mengajar satu dengan yang lain. Dengan mempelajari berbagai teknik merajut, para perajut ini mengembangkan kemampuan merajut mereka dan tidak terpaku pada satu teknik merajut saja. Mereka juga menerima para perajut pemula di dalam kelompok, sehingga para pemula ini dapat belajar cara merajut dari teknik yang paling mudah untuk dikuasai. Setelah kemampuan merajut mereka semakin baik, mereka juga bisa mengajari orang lain untuk merajut.
Seiring kemajuan teknologi informasi dan media sosial, para perajut ini kemudian membuat sebuah grup di Facebook dengan nama Komunitas Merajut Bandung. Grup ini terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar merajut bersama-sama di dalam komunitas. Sekarang kelompok ini dikenal dengan nama Komunitas Merajut Bandung (KMB), sesuai dengan nama grup di Facebook tersebut. Selain membuat grup, KMB juga membuat laman (page) di Facebook untuk memberi wadah bagi para perajut yang ingin memasarkan hasil rajutan mereka secara online.
Selain melakukan kegiatan merajut bersama, Komunitas Merajut Bandung juga menyelenggarakan beberapa acara baik yang bersifat lokal maupun nasional. Beberapa acara yang sudah dilaksanakan adalah Festival Rajut Indonesia (tahun 2012) dan Festival Rajut Bandung (2013). Kedua acara ini diselenggarakan di Bandung. Di Festival Rajut tersebut para perajut dapat memamerkan dan menjual hasil-hasil karya mereka. Melalui acara ini, masyarakat umum juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan merajut. Di sana masyarakat dapat melihat bahwa merajut merupakan salah satu hobi yang positif dan yang dapat menghasilkan karya-karya yang indah dan bermanfaat.
Komunitas Merajut Bandung juga ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh para perajut sedunia, seperti WWKIP (World Wide Knitting and Crochet In Public), di mana para perajut berkumpul di tempat-tempat umum untuk merajut. Merajut adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk stress releasing.
- Merajut itu menenangkan
- Merajut memungkinkan Anda untuk menyelesaikan berbagai hal
- Merajut itu terapi
- Merajut dapat membantu Anda melalui situasi stress, trauma atau sedih
- Merajut membuat Anda menyadari bahwa Anda bisa mengendalikan sesuatu
- Merajut itu menghibur
- Menyenangkan untuk melihat suatu bentuk yang terjadi/muncul dan mengetahui bahwa Anda membuat kemajuan
- Merajut memberikan Anda sesuatu yang Anda dapat kendalikan
- dan lain-lain.
![]() |
| Contoh Rajutan. Foto koleksi pribadi penulis |
Jendela Ide
Jendela Ide adalah wadah berkumpulnya berbagai komunitas yang mayoritas anggotanya terdiri atas anak-anak dan remaja, untuk menyalurkan hobi, bakat, dan passion mereka. Di Jendela Ide, mereka belajar bermain musik, bernyanyi, melukis, craft, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Selain berkegiatan, anak-anak juga berinteraksi satu sama lain. Dalam mempelajari berbagai hal di Jendela Ide, anak-anak didampingi olehbeberapa orang dewasa yang berperan sebagai fasilitator.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Jendela Ide memang berfokus pada anak-anak dan remaja. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain visual art, body movement, musik, dan lain-lain. Selain menyelenggarakan kegiatan rutin, Jendela Ide juga mengikutsertakan anggotanya untuk tampil dalam berbagai acara, salah satunya di Festival Anti Korupsi yang diselenggarakan di Bandung pada bulan Desember 2015. Pada acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, Jendela Ide berpartisipasi dengan mengikutsertakan Suara Anak. Suara Anak adalah sekumpulan anak yang menciptakan dan menyanyikan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri. Dalam menciptakan lagu dan berlatih menyanyi, mereka didampingi oleh para fasilitator Jendela Ide.
![]() |
| Suara Anak Jendela Ide di Festival Hutan 2015 THR Juanda Bandung Foto: koleksi pribadi penulis |
Jendela Ide memang tidak secara spesifik mencantumkan stress releasing sebagai tujuan dari komunitas mereka. Akan tetapi setiap kegiatan yang dilakukan di Jendela Ide dapat memunculkan kegembiraan sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat stress. Kegiatan di Jendela Ide memberi ruang kepada anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan dirinya dan untuk belajar menemukan cara-cara yang sesuai bagi dirinya untuk bergembira dan mengurangi tekanan-tekanan dalam hidup.
Tempat-tempat untuk Membantu Melepaskan Stress
Di kota Bandung juga banyak tempat yang dibuat sebagai sarana untuk mengurangi stress. Dua di antaranya adalah HanAra Wellbeing Center dan Yoga Leaf. HanAra Well-being Center yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto 68 Bandung ini menawarkan berbagai program yang efektif untuk membantu membersihkan meridian tubuh dari setiap penghalang sehingga memungkinkan kehidupan energi (Chi) untuk bebas mengalir. The HanARa Way adalah proses yang sederhana dan dapat diverifikasi dirancang untuk mengisi ulang energi kehidupan tubuh, yang jika dilakukan setiap hari akan mengaktifkan kembali kecerdasan tubuh bawaan kita di penyembuhan diri yang berkelanjutan.
Masyarakat umumnya mengenal yoga sebagai aktivitas latihan utama asana (postur) yang merupakan bagian dari hatta yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun. Selain manfaat-manfaat di atas, yoga juga dapat membantu untuk melepaskan stress. Di Yoga Leaf, kita bisa mempelajari teknik-teknik dan gerakan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh fisik dan teknik – teknik pernapasan dan meditasi yang dapat memberikan ketenangan pikiran.
Selain tempat-tempat yang disebutkan di atas, ada banyak pilihan tempat yang dapat membantu mengurangi kondisi stres yang Anda alami. Demikian juga, terdapat sangat banyak komunitas di Kota Bandung yang bermanfaat untuk menyalurkan hobi dan secara tidak langsung membantu untuk mengurangi stres, di antaranya komunitas olah raga bela diri, komunitas olah raga bersepeda, komunitas yoga, komunitas pencinta bunga, dan lain-lain. Kita bisa mencari dan memilih untuk ikut dalam komunitas yang sesuai dengan hobi kita, atau membuat komunitas sendiri bersama orang-orang yang dekat dengan kita.
***
Editorial Pro:Aktif Online Agustus 2015
![]() |
| http://www.kidnesia.com/Kidnesia/ Potret-Negeriku/Warisan-Nusantara/ Mengibarkan-Bendera-Merah-Putih |
Salam Informatif dan Transformatif!
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang merdeka, Pro:aktif
Online ingin ikut mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan ini dengan
menyajikan berbagai informasi yang memberikan perubahan positif bagi
masyarakat. Perubahan-perubahan yang diharapkan dapat terjadi itu dimulai dari
bagian terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Untuk itu, Pro:aktif Online edisi
Agustus 2015 ini mengambil tema "Keluarga". Dalam edisi ini, kami
mengangkat berbagai isu seputar keluarga.
Konsep keluarga mengalami perubahan makna
dari masa ke masa. Mulai dari keluarga besar di masa lalu, sampai keluarga inti
di masa sekarang. Saat ini keluarga dianggap sebagai satuan terkecil di
masyarakat. Di dalam keluarga terjadi proses transfer nilai-nilai yang ingin
diwujudkan di masyarakat. Nilai-nilai tersebut yang diharapkan dapat diwariskan
kepada generasi mendatang.
Keluarga banyak berperan dalam kemunculan
para aktivis. Banyak aktivis yang tumbuh dan berkembang karena inspirasi dan
dukungan keluarganya. Banyak pula aktivis yang justru tumbuh karena berbagai
masalah yang dihadapi di dalam keluarganya..
Rubrik Profil Pro:aktif Online
kali ini mengangkat profil keluarga aktivis Antonius Sartono (Black) dan
Elisabeth A.S. Dewi
(Nophie). Hasil wawancara penulis dengan keluarga
ini dirangkum dalam sebuah tulisan menarik tentang bagaimana keluarga aktivis
ini membagi waktu untuk menjalankan kegiatan keluarga dan aktivisme mereka.
Dalam rubrik Pikir, penulis
memaparkan tentang perubahan definisi dan bentuk keluarga dari masa ke masa
serta peran penting keluarga dalam proses penemuan panggilan hidup seorang
aktivis.
“Aktivisme selalu digerakkan oleh kasih
sayang,” demikian salah satu kalimat yang disampaikan oleh penulis rubrik Masalah
Kita. Dalam rubrik ini, penulis menceritakan pengalaman masa kecilnya
bersama kedua orang tuanya yang menjadi aktivis. Selain kisah suka dan duka,
penulis menceritakan bagaimana aktivitas kedua orang tuanya menginspirasinya
sehingga menjadi seorang aktivis seperti sekarang ini.
Terbentuknya sebuah keluarga bukan semata-mata
disebabkan oleh takdir. Ikatan suami dan isteri di dalam keluarga terjalin
karena komitmen dan visi bersama. Penulis Rubrik Opini menguraikan
mengenai pentingnya visi bersama di dalam keluarga. Ia juga mengungkapkan bahwa
visi bersama di dalam keluarga juga perlu diarahkan menjadi sebuah visi
transformatif. Visi transformatif merupakan sebuah visi yang mampu menempatkan
peran setiap anggota keluarga di tengah lingkungan dan masyarakat, guna
mendukung perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Bagi seorang aktivis yang banyak melakukan
kegiatan, pengelolaan waktu secara efektif merupakan salah satu kunci
keberhasilan. Bagaimana cara aktivis mengelola waktu mereka? Bagaimana agar
mereka bisa menjadi aktivis profesional sekaligus sungguh-sungguh memperhatikan
kehidupan pribadi dan hubungan dengan anggota-anggota keluarga? Dalam rubrik Tips,
penulis membagikan kiat-kiat pengelolaan waktu yang lebih efektif.
Rubrik-rubrik lain yang melengkapi sajian Pro:aktif
Online Agustus ini adalah rubrik Media yang mengangkat tentang cara
pemanfaatan media sebagai sarana parenting di era internet dan rubrik Jalan-jalan
yang menceritakan bagaimana para aktivis mengisi waktu luang mereka
dan tempat-tempat wisata yang mereka kunjungi bersama keluarga.
Semoga setiap rubrik yang kami sajikan
dalam edisi ini dapat menginspirasi terjadinya perubahan baik dalam paradigma
maupun di dalam cara kita mengisi kemerdekaan yang sudah kita jalani selama
ini.
Selamat menikmati!
[PROFIL] Dinamika Keluarga Aktivis: Dialog, Komitmen, Pengaturan
![]() |
| Mbak Nophie dan Mas Black |
Oleh: Deta Ratna Kristanti
Aktivis, umumnya punya segudang kegiatan.
Ketika seorang aktivis memutuskan untuk berkeluarga, akan muncul berbagai
dinamika baru terkait urusan keluarga dan kegiatan-kegiatannya. Apakah aktivis harus
selalu memilih salah satu antara keluarga atau aktivitismenya? Dapatkah pasangan aktivis
menjalankan kedua peran sekaligus, mengelola keluarga dan tetap menjadi
aktivis?
Kali ini, Pro:aktif
Online mengangkat profil keluarga Elisabeth A.S. Dewi "Nophie"dan Antonius Sartono‘Black’, pasangan suami istri dengan dua orang anak, yang berbagi kepada KAIL
tentang pengalaman hidup mereka dalam berkeluarga sekaligus menjalankan peran
sebagai aktivis . Berikut petikan wawancaranya:
[PIKIR] Menjadi Keluarga di Indonesia
Oleh : David A. Setiady
![]() |
| Sumber: pelajaranilmu.blogspot.com |
Sebagai
manusia, kita semua terlahir dari sebuah keluarga, dalam bentuk yang paling
sederhana yakni ayah dan ibu.
Keluarga…
Kita
mengenal keluarga tertua di dunia ini adalah keluarga Adam dan Hawa, menurut
cerita yang ada di dalam kitab suci agama samawi (Kristiani, Islam, Yahudi), di
mana diyakini bahwa mereka adalah manusia pertama yang ada di muka bumi ini.
Adam dan Hawa membentuk keluarga dengan kedua anak mereka yang bernama Kain dan
Habel, jadilah mereka keluarga pertama di dunia. Tentunya menurut kisah kitab
suci tersebut.
Terlepas
apa pun keyakinan Anda, kita tahu bahwa dengan komposisi yang membentuk sebuah keluarga, tidak
memiliki banyak perubahan dari jaman dahulu hingga sekarang. Sebuah keluarga
pada umumnya terdiri dari seorang ayah dan seorang ibu, serta anak-anak, inilah
yang disebut sebagai keluarga inti.
[MASALAH KITA] Keluarga Aktivis, Aktivisme, dan Kasih Sayang
![]() |
Sumber gambar:
http://moeslema.com/kontes-my-familiy-my-inspiration/
|
Saya sendiri tidak tahu apakah bisa
mendefinisikan keluarga saya sebagai keluarga aktivis atau bukan. Yang jelas,
tidak semua anggota keluarga saya adalah aktivis. Kedua adik saya adalah
profesional di bidang masing-masing. Yang satu jadi wiraswasta dan yang lain
bekerja sebagai seorang arsitektur di sebuah perusahaan. Namun, jelas kedua
orang tua saya adalah seorang aktivis. Namun aktivitas Bapak maupun Ibu (Almh)
sedikit berbeda.
Ibu saya sebenarnya dulu seorang
arsitektur profesional. Namun, sejak muda beliau punya ketertarikan terhadap
bidang-bidang sosial. Ketika masih mahasiswa beliau menghabiskan waktu luang
menjadi reader tuna netra, mengurus
anak-anak di panti asuhan, mengumpulkan darah untuk donor darah, dan
sebagainya. Ketika beliau sudah berkeluarga dan berkarir, beliau tetap
menyempatkan waktu untuk berkegiatan sosial, baik dengan mengedarkan dan
merancang sistem pendistribusian buku bacaan untuk anak jalanan, membantu
mendirikan taman bacaan, menyumbang pemikiran untuk mengurus pengungsi di Poso,
dan ikut terbang ke daerah konflik untuk menghibur anak-anak yang ada di sana.
[OPINI] Visi Keluarga Transformatif - Visi yang Berpihak Pada Masyarakat
Oleh: Navita K. Astuti
![]() |
| Diskusi Keluarga |
Sebagaimana layaknya sebuah pesawat yang hendak
lepas landas, dalam sebuah pernikahan diperlukan arah yang hendak dituju
bersama oleh pasangan suami istri. Mau ke mana arah keluarga kami? Akan menjadi
seperti apa keluarga yang akan kami bentuk? Begitulah kira-kira pertanyaan yang
perlu dijawab sebelum pasangan suami istri membentuk keluarga.
Keluarga
dan Tantangan Jaman
Akhir-akhir ini, begitu sering kita menemui
keluarga yang retak oleh beberapa sebab. Pertengkaran yang berlarut-larut,
sulitnya menemukan kata rujuk, ketidakcocokan di antara suami dan istri. Saling
tidak memahami keinginan satu sama lain. Merasa paling benar sendiri. Semua itu
berujung pada perpisahan dan perceraian.
[TIPS] Berbagi Waktu Antara Keluarga dan Aktivitas
Oleh: Any Sulistyowati
Sebagai manusia, kita tentu merupakan
bagian dari sebuah keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Posisi dan peran kita di dalam sebuah
keluarga pun berbeda-bada, misalnya sebagai istri, suami, anak, menantu, kakek,
nenek, paman dan bibi dan sebagainya. Setiap peran tentu menuntut perhatian
kita yang kita berikan antara lain dalam bentuk waktu.
Sebagai aktivis, kita juga perlu melakukan
kerja-kerja penting kita untuk mewujudkan impian kita akan perubahan dunia ke
arah yang lebih baik. Masalahnya, kerja-kerja penting kita tersebut banyak
sekali membutuhkan waktu dari kita. Jangankan berbagi waktu untuk keluarga,
banyak aktivis bahkan kekurangan waktu untuk mengurus dirinya sendiri.
Akibat situasi ini amatlah beragam. Banyak
aktivis kemudian memilih untuk tidak menikah, sehingga mereka bisa fokus
membaktikan diri mereka pada kerja-kerja penting untuk mewujudkan impian
mereka. Ada yang menikah, tetapi memilih untuk tidak memiliki anak, agar
masing-masing bisa fokus pada kerja-kerja aktivis mereka. Ada juga yang menikah,
memiliki anak dan kemudian berbagi waktu dengan pasangannya agar masing-masing
dari mereka dapat tetap beraktivitas dengan porsi waktu kerja yang lebih
sedikit. Ada yang kebetulan cukup berada sehingga bisa membayar pembantu atau
mengirim anaknya ke daycare, sehingga
keduanya tetap bisa beraktivitas secara penuh. Apapun pilihan kita, semua
memiliki konsekuensi.
[MEDIA] Media Internet dan Parenting
Oleh: Agustein Okamita
Di era internet ini, banyak kemudahan yang kita dapatkan dalam mengakses informasi. Kita bisa memperoleh informasi hanya dengan mengklik mouse di komputer atau menggeser jari di smartphone/tablet yang terhubung dengan internet. Mulai dari resep masakan sampai persoalan politik, semua ada di dalam genggaman kita.
Di era internet ini, banyak kemudahan yang kita dapatkan dalam mengakses informasi. Kita bisa memperoleh informasi hanya dengan mengklik mouse di komputer atau menggeser jari di smartphone/tablet yang terhubung dengan internet. Mulai dari resep masakan sampai persoalan politik, semua ada di dalam genggaman kita.
Dunia parenting saat ini juga tidak bisa dilepaskan dari internet. Sebelum era internet, media yang menyajikan informasi tentang keluarga dan parenting masih sangat terbatas. Salah satu contoh media yang saya ingat adalah majalah Ayah Bunda, yang terbit sekitar tahun 1980-an. Lalu ketika era tabloid dimulai pada akhir tahun 1990-an, mulai muncul beberapa media yang membahas parenting di antaranya adalah tabloid Nakita, Mom and Kiddie, dan lain-lain. Ada juga beberapa majalah lain yang di dalamnya terdapat rubrik keluarga, tetapi tidak selalu berfokus pada tumbuh kembang anak.
Internet memungkinkan kita untuk memperoleh lebih banyak informasi mengenai parenting. Jika informasi yang kita dapatkan dari media cetak masih terbatas, maka kita bisa mendapatkan informasi yang tidak terbatas dari media online. Ada banyak media cetak tentang parenting yang juga membuat website, agar informasi yang mereka berikan bisa diakses oleh lebih banyak orang. Media online berbahasa Indonesia yang membahas tentang parenting di antaranya Ayahbunda, tabloid Nakita, dan tabloid Parenting. Ada juga beberapa website atau blog pribadi yang membagikan hal-hal yang berkenaan dengan parenting dan keluarga, misalnya Rumah Inspirasi, Parenting Ayah Edy, dan lain-lain. Jika informasi yang kita butuhkan tidak ada di media-media tersebut, kita bisa mencarinya dengan berbagai mesin pencari (search engine) seperti Google, Bing, Yahoo, dan lain-lain. Kita hanya perlu memasukkan beberapa kata kunci sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya ‘potensi dan kecerdasan anak’, ‘penanganan anak autis’, ‘anak dan gadget’, ‘memilih bacaan anak’, dan sebagainya.
![]() |
| Majalah Ayah Bunda. Sumber: http://www.bimbingan.org/referensi-pilih-majalah-parenting-atau-ayah-bunda.htm |
| http://microsite.tabloid-nakita.com/newsletter/ |
[JALAN-JALAN] Liburan ala Aktivis
Oleh: Melly Amalia
Di sela-sela kesibukan sebagai
seorang aktivis, kadang kita tidak ada waktu untuk rehat sejenak bersama orang-orang
terkasih. Apakah itu dengan orang tua, pasangan, anak atau bahkan sahabat.
Berlibur adalah salah satu kegiatan menarik yang patut menjadi pertimbangan
dalam mengisi waktu luang. Berlibur bukan sekedar tidak ‘bekerja’, tapi
benar-benar memanfaatkan waktu dengan mengisi kesenangan dan berkumpul bersama.
Mungkin ada yang sekedar jalan-jalan di sekitar kota atau ada juga yang sengaja
merencanakan jauh-jauh hari sebelumnya untuk berlibur ke luar kota.
Kebanyakan bagi seorang
aktivis, waktu libur dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan dan refreshing dari aktivitas keseharian.
Pilihan lokasi liburan menjadi salah satu pertimbangan utama. Ada yang memang
pilihan sendiri, diskusi dengan pasangan atau bahkan memenuhi keinginan/minat
anak.
Dari hasil wawancara dengan
beberapa aktivis, tempat favorit mereka untuk berlibur adalah pergi ke alam
terbuka atau daerah wisata alam seperti pegunungan, pantai, dan laut. Tujuannya
pun beragam, mulai dari menikmati keindahan alam dan keagungan Tuhan, menikmati
udara segar dan menenangkan jiwa. Menyaksikan keindahan alam yang ada dapat
membuat kita merasakan kebesaran Tuhan dengan menyaksikan ciptaan-NYA.
Subscribe to:
Posts (Atom)









