Showing posts with label Selly Agustina. Show all posts
Showing posts with label Selly Agustina. Show all posts

[JALAN-JALAN] Taman-Taman Kota di Bandung, Pendukung Gerakan Hidup Sehat Warga

Oleh: Selly Agustina

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa kualitas hidup masyarakat perkotaan lebih rendah dari masyarakat perdesaan. Pertambahan penduduk yang sangat tinggi di kota seringkali melampaui kemampuan daya dukung lingkungannya, sehingga berimbas pada kualitas hidup manusia yang semakin rendah. Semakin meningkat jumlah populasi maka semakin banyak sumber daya alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan juga semakin banyak limbah yang dihasilkan. Pada tahun 1990, hanya 14 persen dari penduduk dunia yang tinggal di kota besar. Tahun 2008, penduduk yang tinggal di kota meningkat menjadi 50 persen. PBB memperkirakan jumlah penduduk dunia yang tinggal di kota besar akan meningkat menjadi 70 persen. Hal ini menimbulkan berbagai

[Opini] Seni yang Merakyat


Oleh: Selly Agustina

Bagi saya, sebagai pengamat dan pelaku seni, adalah  suatu kesenangan dan  kepuasan hati ketika dapat menuangkan ekspresi diri saya dalam kegiatan melukis, bermain musik atau menulis. Kenikmatan dalam mengekspresikan diri melalui seni tentu dialami oleh orang lain juga. Orang-orang yang menyebut dirinya seniman, mengekspresikan diri melalui seni, dan mencapai aktualisasi di bidang ini.

Namun demikian, pernahkah pembaca  berpikir bahwa seni bisa mempengaruhi suatu tatanan politik dan sosial di dalam masyarakat? Meski banyak kalangan seniman mempertahankan karya seninya bebas nilai, namun perkembangan seni kontemporer saat ini  tidak terlepas dari pengaruh sistem sosial dan politik yang ada. 

Kita ingat pada masa revolusi kemerdekaan di tahun 1945, bahwa

[JALAN-JALAN] Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Solusi Kreatif Dunia Pendidikan



Pada bulan Mei 2012, saya beruntung mendapat kesempatan berkunjung ke desa Kalibening, Salatiga dan berjumpa dengan teman-teman pengurus Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT). SPPQT merupakan gabungan kelompok tani yang beranggotakan lebih dari 16.000 orang yang tersebar di seluruh provinsi Jawa Tengah. Di sana saya melakukan wawancara dan Focus Group Discussion kepada banyak petani. Dari mereka, saya  banyak belajar kearifan lokal masyarakat perdesaan. Banyak dari mereka yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi di balik segala keterbatasan. Setelah menginap beberapa hari di rumah-rumah warga, saya disarankan untuk melihat-lihat sebuah sekolah alternatif yang merupakan salah satu cabang kegiatan dari SPPQT.

[MASALAH KITA] Suka Duka Menjadi Relawan

Jujur, pengalaman saya menjadi relawan tidaklah banyak, tapi dari pengalaman yang hanya beberapa itu kemudian saya merasa ketagihan. Mungkin terdengar agak berlebihan, tapi rasanya benar-benar ada kepuasan tersendiri ketika tahu bahwa sedikit saja bantuan kita ternyata bisa meringankan beban orang lain. Dan nyatanya tidak semua orang bisa mengerti akan situasi itu jika tidak merasakannya sendiri.
Beberapa teman dekat saya bilang “Ngapain sih kamu capek-capek kerja buat orang lain tapi gak dibayar?” Padahal sebenarnya saya mengharap sesuatu yang lain dari hanya sekedar materi. Saya ingin mendapat berbagai pengalaman dan ilmu baru, punya banyak teman baru untuk saling berbagi, bahkan kesempatan terekspos dengan segala hal yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Hidup itu, kan, bukan hanya tentang uang, semua ini membuat saya lebih bersyukur dan menghargai hidup.