Showing posts with label Debby Josephine. Show all posts
Showing posts with label Debby Josephine. Show all posts

[JALAN-JALAN] 5 TEMPAT INI BISA JADI PILIHAN ANDA UNTUK MENGENAL DIRI LEBIH DALAM LAGI!

Oleh: Debby Josephine


“The better you know yourself, the better your relationship with the rest of the world.” 

-Toni Collette-

Kemampuan mengenal diri secara utuh diketahui memiliki banyak manfaat bagi diri sendiri yang mana akan bermanfaat juga bagi sekitar. Kemampuan mengenal diri secara utuh artinya Anda mampu melihat diri sebagai entitas yang dipengaruhi oleh ilahi yang berada dalam jiwa Anda dan bentuk fisik yang Anda miliki saat ini, kemudian secara sadar menerimanya. Dengan kemampuan ini maka Anda dapat menentukan jalan hidup Anda sekaligus berkompromi dengan kelebihan dan kekurangan diri. Apalagi, jika Anda adalah pelaku perubahan yang secara aktif dan tekun menjalani visi misi untuk dunia yang lebih baik, maka terlebih dahulu masuk dan kenalilah diri Anda lebih dalam lagi.

Kemampuan mengenal diri secara utuh dapat diasah melalui berbagai cara, Anda dapat mencoba dan memilih cara yang seperti apa yang cocok untuk Anda. Salah satu cara yang dapat membantu Anda mengenal diri secara utuh adalah melakukan interaksi dengan diri sendiri dan merefleksikan perjalanan hidup Anda. Sesi interaksi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara di berbagai tempat, yang terpenting adalah Anda melakukannya sendirian – bukan berarti Anda mengusir orang di sekitar Anda – tetapi dengan melihat sekitar Anda, masuklah ke dalam diri dan gali lebih dalam tentang diri Anda. Berikut adalah 5 tempat dan jenis kegiatan yang bisa jadi pilihan untuk berinteraksi dengan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda:

1. Rumah/Kamar Pribadi
Begitu padatnya kegiatan yang Anda lakukan baik itu rutinitas sehari-hari maupun perjuangan-perjuangan yang Anda lakukan menyebabkan sedikitnya waktu yang Anda luangkan untuk memperhatikan tempat Anda tinggal, baik itu di rumah ataupun kamar pribadi Anda. Padahal ruang pribadi ini dapat membantu merefleksikan diri Anda dan mengisi ulang energi Anda yang tersita setelah berkegiatan seharian.

Luangkanlah waktu khusus untuk mengenali setiap sudut tempat tinggal Anda. Carilah tempat yang paling nyaman dan diamlah di sana untuk beberapa saat. Sapalah dan hargai tempat itu sebagai tempat yang memberikan Anda perlindungan dan kenyamanan. Perhatikan tempat tersebut, bagaimana teksturnya, warnanya, dan apa saja yang mata Anda tangkap di sudut tersebut? Kemudian, berinteraksilah dengan tempat tersebut. Anda dapat duduk, bersujud, merebahkan diri, sampai berguling-guling dan rasakan betapa sudut yang Anda tempati saat ini hadir untuk Anda. Jika sudah, tanyakan kembali pada diri Anda, apa yang dimiliki tempat tersebut sehingga membuat Anda nyaman? Mengapa tempat tersebut nyaman?

[JALAN-JALAN] Mengintip Toko Buku Kecil di Kota Bandung

Oleh: Debby Josephine

Rubrik jalan-jalan edisi kali ini akan mengajak kita untuk menemui salah satu toko buku indie di Kota Bandung yang dapat menjadi pilihan destinasi saat hendak menyalurkan hobi, yaitu Tobucil & Klabs. Berdiri sejak 2001, Tobucil hadir dengan tagline: “buku, hobi dan komunitas” Jika kita tarik mundur ke belakang tepatnya pada masa munculnya budaya kreatif di Kota Bandung tahun 90’an, maka kita akan melihat wajah pergerakan independen yang ramai bermunculan. Terlebih pada krisis ekonomi 1998 yang mendorong munculnya pergerakan dan wirausaha kreatif di Kota Bandung, dan ya! embrio Tobucil mulai terbentuk pada masa itu.

Tobucil saat ini
Lahirnya Tobucil pada tahun 2001 merupakan jejak awal munculnya toko buku alternatif di Kota Bandung. Tidak hanya menawarkan buku, Tobucil pun dapat menjadi wadah pergerakan komunitas dengan memberikan ruang-ruang pengembangan diri aktivis sehingga tak heran jika klab-klab tobucil terdengar di mana-mana.

Buku-buku yang ditawarkan oleh Tobucil cukup beragam meskipun kebanyakan buku yang hadir adalah buku-buku tentang seni dan budaya. Apalagi ketika tahun-tahun awal berdiri menurut beberapa sumber banyak ditemukan buku-buku ke-”kiri”-an. Jelas, cukup sulit untuk bertahan dengan idealisme pada masa itu. Masa di mana pergerakan paham “kiri” mendapat “perhatian” lebih dari pemerintah, dan Tobucil merupakan salah satu toko buku yang cukup lestari karena dapat bertahan hingga sekarang.