![]() |
| http://www.ajcebeats.com/maa/ |
Kita hidup di jaman modern. Modernitas sering dimaknai sebagai kemajuan
dalam tatanan masyarakat saat ini. Masyarakat kita pun disebut masyarakat
modern. Masyarakat seperti ini diidentikkan dengan masyarakat yang menguasai
teknologi, memiliki gaya hidup yang serba cepat dan praktis, dengan tingginya
tuntutan pemenuhan kebutuhan untuk menjawab modernitas itu. Semua ini membawa
perubahan dan dampak dalam wajah keluarga jaman ini. Khususnya, peran ibu dan
budaya pengasuhan serta pendidikan dalam keluarga.
Tantangan modernitas bagi ibu
Dulu ibu dikenal sebagai pelaku utama pekerjaan domestik atau wilayah
kerumahtanggaan. Kini ia tidak
lagi menjadi satu-satunya ruang yang ditempati ibu
untuk keluarganya. Banyak pihak kini dapat mengambil peran domestik ini,
misalnya ayah, anggota keluarga yang lain, atau bahkan asisten rumah tangga.
Sebaliknya, juga makin banyak ibu mengambil pekerjaan ‘non-domestik’ – artinya
pekerjaan di luar wilayah kerumahtanggaan, baik untuk mencari uang ataupun
motif non-finansial (misalnya kerja sosial). Pekerjaan non-domestik ini bisa
dikerjakan secara fisik di luar rumah, ataupun secara fisik tetap di dalam
rumah.
