Showing posts with label Agustein Okamita. Show all posts
Showing posts with label Agustein Okamita. Show all posts

[TIPS] Merdeka dari Belenggu Gadget

Oleh: Agustein Okamita

Gadget sering didefinisikan sebagai sebuah perangkat elektronik berukuran kecil yang memiliki kepintaran/kecanggihan tertentu. Saat ini, kata gadget diasosiasikan dengan smartphone, tablet, ipod, atau komputer berukuran kecil yang dapat dibawa ke mana-mana (mobile).

Abad ini dinamakan abad teknologi informasi dan komunikasi, karena semua teknologi yang berhubungan dengan informasi dan komunikasi sedang berkembang dengan sangat pesat. Setiap detik bisa saja muncul gadget baru dengan fitur yang lebih tinggi dari pada sebelumnya. Di abad ini, pemanfaatan gadget juga semakin luas. Jika dulu gadget berupa telepon genggam hanya digunakan untuk komunikasi dan permainan sederhana, sekarang kegunaan gadget sudah sangat bervariasi. Selain sebagai alat komunikasi, gadget juga berguna untuk membantu dalam pekerjaan, mencari informasi, hiburan, dan permainan. Jika sepuluh tahun yang lalu penggunanya terbatas pada orang-orang di perkantoran dan kota besar, dengan perkembangan teknologi penyedia jasa jaringan, saat ini semua kalangan di seluruh dunia dapat menggunakannya. Rentang usia pengguna juga semakin lebar, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

[JALAN-JALAN] HOMESCHOOLING DAY Bandung di Gedung Indonesia Menggugat

Oleh: Agustein Okamita


Pada tanggal 13 Agustus 2016 yang lalu, di Gedung Indonesia Menggugat diadakan acara Homeschooling Day. Event ini diselenggarakan secara swadaya oleh keluarga-keluarga homeschooler di Bandung. 

Homeschooling atau yang juga dikenal dengan pendidikan anak berbasis keluarga adalah pendidikan anak-anak di dalam keluarga. Home education/ homeschooling adalah salah satu gerakan yang muncul ketika para orang tua mulai memikirkan bahwa tanggung jawab untuk mendidik anak-anak ada di pundak orang tua. Dengan berbagai alasan dan resiko yang dipertimbangkan dengan matang, akhirnya mereka memutuskan untuk mendidik anak-anak mereka sendiri di dalam keluarga, ketimbang mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah formal, sampai anak dapat memutuskan sendiri apakah mereka akan bersekolah secara formal atau tetap homeschooling. Keputusan ini merupakan salah satu pilihan merdeka bagi orang tua, maupun bagi anak ketika mereka sudah bisa memutuskan sendiri mengenai pendidikan mereka.

Pemilihan tempat untuk acara Homeschooling Day di Gedung Indonesia Menggugat juga bukan merupakan kebetulan. Gedung Indonesia Menggugat dipilih karena sesuai dengan tema Homeschooling Day kali ini, yaitu: Lejitkan Potensi dengan Berkarya dan Berekspresi untuk Mengisi Kemerdekaan. Gedung ini merupakan tempat di mana Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, pernah ditahan. Di gedung ini juga beliau membacakan pledoi yang diberi judul “Indonesia Menggugat”, di hadapan Pengadilan Landraad Bandung. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 1930, kurang lebih 86 tahun yang silam. Hingga saat ini Gedung Indonesia Menggugat ini tetap menjadi pusat kegiatan berkebangsaan bagi semua lapisan masyarakat. Selain sesuai dengan tema Homeschooling Day, semangat kebangsaan dan kemerdekaan yang didengungkan oleh Bapak Proklamator ini selaras dengan semangat keluarga pelaku homeschooling, yang meyakini dan mengamini bahwa kemerdekaan memperoleh pendidikan adalah hak dari seluruh rakyat Indonesia.

[MEDIA] Mengembangkan Hobi dengan Memanfaatkan Media Internet

Oleh: Agustein Okamita 

Para aktivis adalah orang-orang yang sangat sibuk. Kadang kala, karena kesibukannya, banyak di antara mereka lebih memfokuskan diri pada kegiatan aktivismenya ketimbang dirinya sendiri. Padahal, Steven Covey dalam bukunya “Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif” atau “Seven Habits of Highly Effective People”, mengatakan bahwa salah satu kebiasaan manusia yang efektif adalah ‘mengasah gergaji (sharpen the saw)’. Mengasah gergaji artinya menjaga/memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang dimiliki – yaitu diri sendiri. Ini berarti memiliki program yang seimbang untuk memperbarui empat area di dalam diri: fisik, sosial/emosional, mental, dan spiritual adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Melakukan kegiatan yang menjadi hobi merupakan salah satu cara yang disarankan untuk ‘mengasah gergaji’. Ketika mengerjakan hobi, biasanya kita akan menjadi lebih santai dan gembira. Kondisi santai dan gembira mengurangi rasa stres dan beban di dalam pikiran, yang membantu memperbaiki kondisi mental dan meningkatkan kesehatan emosional kita. Karena itu, sangat baik bagi para aktivis untuk terus mengembangkan hobi dan passion masing-masing. Beberapa hal yang disarankan kepada para aktivis untuk tetap sehat secara emosi dengan cara melakukan hobi antara lain:
  1. Sediakan waktu khusus untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hobi secara teratur,
  2. Tingkatkan kemampuan atau keterampilan yang berhubungan dengan hobi dengan mempelajarinya lebih dalam, 
  3. Carilah teman-teman yang memiliki hobi yang sama atau bergabunglah dalam sebuah komunitas hobi tersebut, agar Anda lebih terpacu dan bersemangat untuk mengembangkan hobi, 
  4. Manfaatkan media, khususnya internet dan media sosial untuk meningkatkan kemampuan dan saling berbagi dalam kegiatan yang berhubungan dengan hobi tersebut.
Memanfaatkan Media Internet

Djaman sekarang ini, media internet merupakan salah satu alat bantu yang sangat efektif dalam mengembangkan hobi. Jika dulu kita bergantung pada buku-buku yang ada di toko buku atau perpustakaan, atau perlu mengikuti kursus jika ingin menguasai suatu hobi tertentu, sekarang kita bisa mendapatkan banyak informasi dengan memanfaatkan internet.

[JALAN-JALAN] Lepaskan Stres Anda di Sini

Oleh: Agustein Okamita

Stres merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang dihadapi oleh manusia saat ini. Penyebab stres bisa berasal dari berbagai sumber, misalnya pekerjaan, uang, kesehatan, kekhawatiran hubungan, maupun media. Dengan begitu banyaknya sumber stres, orang mulai sulit menemukan waktu bersantai dan melepaskan diri dari stres. Ketika orang mulai mengalami stres kronis, hal itu akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya secara negatif.

Melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi stres. Ketika mengerjakan sesuatu yang menjadi passion atau hobi, kita akan mengerjakannya dengan gembira. Kegembiraan itu membuat pikiran kita lebih segar (fresh) dan menolong untuk berpikir lebih jernih dalam menghadapi persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan. Hobi dapat dilakukan sendirian maupun bersama-sama dalam sebuah kelompok atau komunitas. Melakukan kegiatan bersama-sama banyak manfaatnya, antara lain membuat kita bisa saling berbagi dengan teman-teman.

Di kota Bandung, banyak sekali komunitas yang dapat menjadi wadah bagi orang-orang untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hobi atau passion mereka. Di antaranya adalah:

Komunitas Merajut Bandung 

Komunitas Merajut Bandung berawal dari beberapa para perajut yang berkumpul sebulan sekali untuk merajut bersama. Setiap kali berkumpul, mereka berbagi teknik merajut yang baru dan saling mengajar satu dengan yang lain. Dengan mempelajari berbagai teknik merajut, para perajut ini mengembangkan kemampuan merajut mereka dan tidak terpaku pada satu teknik merajut saja. Mereka juga menerima para perajut pemula di dalam kelompok, sehingga para pemula ini dapat belajar cara merajut dari teknik yang paling mudah untuk dikuasai. Setelah kemampuan merajut mereka semakin baik, mereka juga bisa mengajari orang lain untuk merajut.

Seiring kemajuan teknologi informasi dan media sosial, para perajut ini kemudian membuat sebuah grup di Facebook dengan nama Komunitas Merajut Bandung. Grup ini terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar merajut bersama-sama di dalam komunitas. Sekarang kelompok ini dikenal dengan nama Komunitas Merajut Bandung (KMB), sesuai dengan nama grup di Facebook tersebut. Selain membuat grup, KMB juga membuat laman (page) di Facebook untuk memberi wadah bagi para perajut yang ingin memasarkan hasil rajutan mereka secara online.

Selain melakukan kegiatan merajut bersama, Komunitas Merajut Bandung juga menyelenggarakan beberapa acara baik yang bersifat lokal maupun nasional. Beberapa acara yang sudah dilaksanakan adalah Festival Rajut Indonesia (tahun 2012) dan Festival Rajut Bandung (2013). Kedua acara ini diselenggarakan di Bandung. Di Festival Rajut tersebut para perajut dapat memamerkan dan menjual hasil-hasil karya mereka. Melalui acara ini, masyarakat umum juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan merajut. Di sana masyarakat dapat melihat bahwa merajut merupakan salah satu hobi yang positif dan yang dapat menghasilkan karya-karya yang indah dan bermanfaat.

Komunitas Merajut Bandung juga ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh para perajut sedunia, seperti WWKIP (World Wide Knitting and Crochet In Public), di mana para perajut berkumpul di tempat-tempat umum untuk merajut. Merajut adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk stress releasing.

Jika Anda bertanya kepada para perajut, apa arti merajut bagi mereka, seperti yang dilakukan oleh Craft Yarn Council dalam #StitchAwayStress Campaign mereka, maka Anda akan mendapatkan berbagai jawaban seperti:

  • Merajut itu menenangkan 
  • Merajut memungkinkan Anda untuk menyelesaikan berbagai hal 
  • Merajut itu terapi 
  • Merajut dapat membantu Anda melalui situasi stress, trauma atau sedih 
  • Merajut membuat Anda menyadari bahwa Anda bisa mengendalikan sesuatu 
  • Merajut itu menghibur 
  • Menyenangkan untuk melihat suatu bentuk yang terjadi/muncul dan mengetahui bahwa Anda membuat kemajuan 
  • Merajut memberikan Anda sesuatu yang Anda dapat kendalikan 
  • dan lain-lain. 

Contoh Rajutan. Foto koleksi pribadi penulis
Sebagai tambahan, kegiatan merajut bersama memotivasi setiap perajut untuk menyelesaikan proyek-proyek rajutan mereka dan belajar teknik merajut yang tidak mereka kuasai sebelumnya, dibandingkan ketika kegiatan merajut dilakukan seorang diri. Selain itu, sambil berkumpul bersama untuk menyalurkan hobi dan passion, para perajut juga bisa berbagi kegembiraan dan --untuk sementara-- bisa mengambil jarak dengan berbagai persoalan kehidupan. Setelah berhasil mengambil jarak dari persoalan mereka, mereka diharapkan dapat melihat persoalan hidup dengan cara pandang yang lebih baik yang berdampak pada menurunnya tingkat stres mereka.

Jendela Ide

Jendela Ide adalah wadah berkumpulnya berbagai komunitas yang mayoritas anggotanya terdiri atas anak-anak dan remaja, untuk menyalurkan hobi, bakat, dan passion mereka. Di Jendela Ide, mereka belajar bermain musik, bernyanyi, melukis, craft, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Selain berkegiatan, anak-anak juga berinteraksi satu sama lain. Dalam mempelajari berbagai hal di Jendela Ide, anak-anak didampingi olehbeberapa orang dewasa yang berperan sebagai fasilitator.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Jendela Ide memang berfokus pada anak-anak dan remaja. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain visual art, body movement, musik, dan lain-lain. Selain menyelenggarakan kegiatan rutin, Jendela Ide juga mengikutsertakan anggotanya untuk tampil dalam berbagai acara, salah satunya di Festival Anti Korupsi yang diselenggarakan di Bandung pada bulan Desember 2015. Pada acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, Jendela Ide berpartisipasi dengan mengikutsertakan Suara Anak. Suara Anak adalah sekumpulan anak yang menciptakan dan menyanyikan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri. Dalam menciptakan lagu dan berlatih menyanyi, mereka didampingi oleh para fasilitator Jendela Ide.

Suara Anak Jendela Ide di Festival Hutan 2015 THR Juanda Bandung
Foto: koleksi pribadi penulis
Jendela Ide memiliki misi menjadi ruang bagi dialog antar pemuda dari berbagai latar belakang ekonomi, sosial, budaya dan politik, demikian juga anak-anak dengan kebutuhan khusus. Mereka berorientasi pada pribadi manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Jendela Ide berusaha agar anak dan remaja dapat menggunakan kemampuan mereka dan mengembangkan informasi yang diterima, sehingga informasi yang tidak hanya 'dikenal', tapi menjadi sesuatu yang dipelajari, mempertanyakan, dan dapat menjadi bahan untuk hidup mereka untuk memahami secara kritis. Selain itu mereka juga memberikan kesempatan untuk mengambil peran aktif dalam menentukan nilai-nilai dalam kehidupan mereka.

Jendela Ide memang tidak secara spesifik mencantumkan stress releasing sebagai tujuan dari komunitas mereka. Akan tetapi setiap kegiatan yang dilakukan di Jendela Ide dapat memunculkan kegembiraan sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat stress. Kegiatan di Jendela Ide memberi ruang kepada anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan dirinya dan untuk belajar menemukan cara-cara yang sesuai bagi dirinya untuk bergembira dan mengurangi tekanan-tekanan dalam hidup.

Tempat-tempat untuk Membantu Melepaskan Stress 

Di kota Bandung juga banyak tempat yang dibuat sebagai sarana untuk mengurangi stress. Dua di antaranya adalah HanAra Wellbeing Center dan Yoga Leaf. HanAra Well-being Center yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto 68 Bandung ini menawarkan berbagai program yang efektif untuk membantu membersihkan meridian tubuh dari setiap penghalang sehingga memungkinkan kehidupan energi (Chi) untuk bebas mengalir. The HanARa Way adalah proses yang sederhana dan dapat diverifikasi dirancang untuk mengisi ulang energi kehidupan tubuh, yang jika dilakukan setiap hari akan mengaktifkan kembali kecerdasan tubuh bawaan kita di penyembuhan diri yang berkelanjutan. 

Masyarakat umumnya mengenal yoga sebagai aktivitas latihan utama asana (postur) yang merupakan bagian dari hatta yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun. Selain manfaat-manfaat di atas, yoga juga dapat membantu untuk melepaskan stress. Di Yoga Leaf, kita bisa mempelajari teknik-teknik dan gerakan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh fisik dan teknik – teknik pernapasan dan meditasi yang dapat memberikan ketenangan pikiran.

Selain tempat-tempat yang disebutkan di atas, ada banyak pilihan tempat yang dapat membantu mengurangi kondisi stres yang Anda alami. Demikian juga, terdapat sangat banyak komunitas di Kota Bandung yang bermanfaat untuk menyalurkan hobi dan secara tidak langsung membantu untuk mengurangi stres, di antaranya komunitas olah raga bela diri, komunitas olah raga bersepeda, komunitas yoga, komunitas pencinta bunga, dan lain-lain. Kita bisa mencari dan memilih untuk ikut dalam komunitas yang sesuai dengan hobi kita, atau membuat komunitas sendiri bersama orang-orang yang dekat dengan kita.


***

[MEDIA] Media Internet dan Parenting

Oleh: Agustein Okamita

Di era internet ini, banyak kemudahan yang kita dapatkan dalam mengakses informasi. Kita bisa memperoleh informasi hanya dengan mengklik mouse di komputer atau menggeser jari di smartphone/tablet yang terhubung dengan internet. Mulai dari resep masakan sampai persoalan politik, semua ada di dalam genggaman kita.

Dunia parenting saat ini juga tidak bisa dilepaskan dari internet. Sebelum era internet, media yang menyajikan informasi tentang keluarga dan parenting masih sangat terbatas. Salah satu contoh media yang saya ingat adalah majalah Ayah Bunda, yang terbit sekitar tahun 1980-anLalu ketika era tabloid dimulai pada akhir tahun 1990-an, mulai muncul beberapa media yang membahas parenting di antaranya adalah tabloid Nakita, Mom and Kiddie, dan lain-lain. Ada juga beberapa majalah lain yang di dalamnya terdapat rubrik keluarga, tetapi tidak selalu berfokus pada tumbuh kembang anak.



Majalah Ayah Bunda.
Sumber: http://www.bimbingan.org/referensi-pilih-majalah-parenting-atau-ayah-bunda.htm
Internet memungkinkan kita untuk memperoleh lebih banyak informasi mengenai parenting. Jika informasi yang kita dapatkan dari media cetak masih terbatas, maka kita bisa mendapatkan informasi yang tidak terbatas dari media online. Ada banyak media cetak tentang parenting yang juga membuat website, agar informasi yang mereka berikan bisa diakses oleh lebih banyak orang. Media online berbahasa Indonesia yang membahas tentang parenting di antaranya Ayahbundatabloid Nakita, dan tabloid Parenting. Ada juga beberapa website atau blog pribadi yang membagikan hal-hal yang berkenaan dengan parenting dan keluarga, misalnya Rumah InspirasiParenting Ayah Edy, dan lain-lain. Jika informasi yang kita butuhkan tidak ada di media-media tersebut, kita bisa mencarinya dengan berbagai mesin pencari (search engine) seperti Google, Bing, Yahoo, dan lain-lain. Kita hanya perlu memasukkan beberapa kata kunci sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya ‘potensi dan kecerdasan anak’, ‘penanganan anak autis’, ‘anak dan gadget’, ‘memilih bacaan anak’, dan sebagainya.


http://microsite.tabloid-nakita.com/newsletter/


[MEDIA] The Pursuit of Happyness - Kehadiran Seorang Ayah

Perjuangan Hidup
Chris Gardner adalah seorang bapak yang memiliki seorang anak, mereka tinggal di San Fransisco, USA. Sehari-hari, Chris berprofesi sebagai penjual alat kesehatan. Isteri Chris, Linda, bekerja sebagai pelayan di sebuah hotel. Kehidupan keluarga ini cukup sederhana. Mereka tinggal di sebuah rumah sewaan bersama anak laki-laki mereka, Christopher.

Sumber gambar: https://cronk3rdhoureng12.wikispaces.com/Pursuit+of+Happyness
Chris menjual portable bone-density scanners atau alat pemindai kerapatan tulang. Alat tersebut memberikan hasil yang sedikit lebih baik daripada x-ray scanners, tetapi harganya lebih mahal dua kali lipat. Penjualan alat ini tidak selalu berjalan mulus karena harganya yang mahal. Selain itu, banyak rumah sakit dan dokter merasa tidak memerlukan alat seperti itu.

[TIPS] Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga

Kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu ini membuat harga-harga semakin melambung. Hampir semua orang merasakan akibat dari kenaikan harga-harga itu. Para ibu rumah tangga berteriak, “Bagaimana kami bisa membeli bahan-bahan makanan yang semakin mahal?” Bapak-bapak mengeluh karena beban mereka semakin berat oleh kenaikan biaya hidup. Banyak anak yang terpaksa berhenti bersekolah karena keuangan orang tua mereka hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Penambahan penghasilan yang tidak signifikan terhadap kenaikan harga membuat persoalan keluarga semakin bertambah rumit.
Sebagian orang berusaha untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar agar kebutuhan mereka bisa tercukupi. Mereka mencari pekerjaan tambahan atau membuat usaha bisnis untuk menaikkan pendapatan. Ada kalanya usaha mereka berhasil, tapi tidak sedikit pula yang gagal. Ketika usaha-usaha untuk memperbaiki situasi tersebut tidak berhasil, banyak orang yang marah dan mengutuk keadaan. Tidak sedikit keluarga yang cekcok dan pecah karena persoalan keuangan rumah tangga yang berlarut-larut. Bahkan ada orang-orang yang stres dan depresi karena tidak bisa mengatasi masalah keuangannya.

[MASALAH KITA] Krisis Mutu Pangan di Indonesia

Penulis: Agustein Okamita dan Navita Astuti

Makanan merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Makanan yang masuk ke dalam tubuh berperan penting dalam mendukung kehidupan kita dan segala aktivitas yang kita lakukan. Agar pertumbuhan dan regenerasi sel-sel di dalam tubuh berlangsung dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral yang diperoleh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Makanan mendukung vitalitas manusia. Namun, dari makanan jugalah penyebab utama munculnya penyakit-penyakit yang diderita manusia. Baik itu penyakit yang timbul secara langsung setelah makanan dikonsumsi (keracunan akibat mengonsumsi makanan tertentu), maupun penyakit menahun akibat gaya hidup seseorang dengan pola makan tidak sehat yang ia jalani selama bertahun-tahun.

Kita mungkin sering mendengar, kasus-kasus keracunan makanan. Tragedi Minamata (http://en.wikipedia.org/wiki/Minamata_disease)di Jepang

[MEDIA] Berinternet Bersama Anak


“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu” (Proverb)

Teknologi itu seperti pedang bermata dua, bisa membangun dan sebaliknya bisa juga menghancurkan. Semuanya bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Dalam hal teknologi internet, kami memilih untuk memanfaatkannya bagi pendidikan anak-anak kami.

Kami tidak menyediakan televisi di rumah sejak anak-anak masih kecil. Sebagai sarana belajar