Saat ini gempuran makanan dari berbagai macam
bahan pangan dan olahannya sudah semakin banyak. Slogan makanan sehat
sepertinya hanya iming-iming belaka, dan yang lebih dipentingkan adalah rasa
makanan tersebut yang lezat. Padahal kalau kita mengkonsumsi makanan yang
sehat, akan mempengaruhi kesehatan kita pula. Kalau kita mengkonsumsi makanan
sehat, maka berpotensi menjadikan badan sehat. Makanan sehat belum tentu 4
sehat 5 sempurna, tapi kandungan yang ada dalam makanan sehat tersebut kaya
akan nutrisi dan bebas dari toksin, bakteri dan bibit penyakit. Makanan sehat memiliki
kandungan gizi, kaya serat dan zat yang dibutuhkan oleh tubuh (karbohidrat,
vitamin, protein, mineral dan air). Kita perlu lebih cermat dalam memilih bahan
makanan dan mengolahnya, sehingga resiko penyakit yang ditimbulkan bisa
diminimalisir.
[MEDIA] Pangan, Kedaulatan dan Ketahanan. Resensi Majalah dan Buku
Penulis: Shintia D. Arwida
Pangan, kedaulatan dan ketahanan.
Resensi majalah dan buku
Majalah pertanian berkelanjutan “Petani” terbit pertama kali di
tahun 2001 dan saat itu bernama “Majalah Salam”. Majalah ini menjadi sarana
berbagi pengetahuan, inovasi, dan aktivitas antar tenaga penyuluh lapangan,
petani, dan orang-orang yang bekerja di bidang pertanian berkelanjutan. Majalah
ini terbit empat kali setahun dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Target
pembaca majalah ini adalah kelompok petani, LSM, pemerintah, lembaga pendidikan,
dan lembaga penelitian. Edisi terakhir Majalah Petani terbit di bulan Maret
2011.
Ada dua edisi yang menyoroti masalah ketahanan pangan dan kedaulatan pangan:
Majalah SALAM No. 2 (http://www.agriculturesnetwork.org/magazines/indonesia/2-rawan-pangan). Edisi ini menyoroti masalah rawan pangan yang terjadi di Indonesia. Secara khusus artikel yang disajikan memuat contoh-contoh sistem pertanian berkelanjutan yang memiliki potensi mengatasi masalah rawan pangan.
[JALAN-JALAN] Bandung Berkebun
Penulis: Melly Amalia
Ada satu komunitas di Bandung yang mengajak orang-orang khususnya warga
Bandung untuk berkebun. Gerakan ini sudah dimulai sejak tahun 2011 yang digagas
oleh Ridwan Kamil, walikota Bandung saat ini.
Diawali dari Jakarta Berkebun dan sampai saat ini sudah ada 30
kota berkebun (Bandung, Banten, Jogja,
Bogor, Solo, Madiun, Pontianak, Aceh, Bali,
dll) dan 8 kampus yang
bersama-sama bergerak di bawah gerakan nasional Indonesia Berkebun. Cita-cita komunitas ini sederhana tapi gaungnya
sangat besar yaitu mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk senang berkebun.
Melalui berkebun, komunitas ini berupaya memanfaatkan ruang-ruang yang awalnya
tidak produktif dan terbatas menjadi area produktif sehingga tercipta kualitas
ruang kota yang baik.
Editorial April 2014
Salam
inspiratif dan transformatif!
Proaktif
Online hadir kembali di tengah-tengah Anda!
Bertepatan
dengan Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 April, maka tema yang
kami usung kali ini adalah “Kesehatan dan Gaya Hidup”.
Kami
percaya, bahwa kesehatan tidak melulu yang terlihat secara lahiriah, tetapi
juga meliputi kesehatan batin dan pikiran. Kesehatan seseorang juga perlu
didukung oleh gaya hidup yang sehat serta lingkungan yang kondusif bagi
terciptanya perilaku hidup sehat masyarakatnya.
[PROFIL] Ridwan Kamil dan Visi Sehat Untuk Kota Bandung
Setiap
manusia ingin dikaruniai tubuh dan jiwa yang sehat. Karena dalam kondisi sehat, manusia mampu
menghasilkan karya, menjadi produktif. Namun,manusia tidak tinggal sendiri. Kesehatan
seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan maupun kota tempat tinggalnya.
Sebuah kota yang sehat perlu didukung oleh keseimbangan sosial, budaya, lingkungan hidup serta regulasi yang mendukung gaya hidup sehat warganya. Mewujudkan kota yang sehat, tak lepas dari partisipasi setiap warga kota, serta itikad baik dari pejabat pemerintah yang berwenang. Keduanya akan menjadi klop bila dijalankan dengan kepemimpinan yang memiliki visi kuat untuk sebuah kota yang bersih, sehat dan teratur.
Sebuah kota yang sehat perlu didukung oleh keseimbangan sosial, budaya, lingkungan hidup serta regulasi yang mendukung gaya hidup sehat warganya. Mewujudkan kota yang sehat, tak lepas dari partisipasi setiap warga kota, serta itikad baik dari pejabat pemerintah yang berwenang. Keduanya akan menjadi klop bila dijalankan dengan kepemimpinan yang memiliki visi kuat untuk sebuah kota yang bersih, sehat dan teratur.
[PIKIR] Menilik Persoalan Kesehatan di Indonesia
(Berdasarkan hasil wawancara dengan
Yanuar Nugroho, Asisten Ahli Kepala UKP4, Jakarta)
![]() |
| Gambar diambil dari http://www.epa.gov/ttn/atw/3_90_024.html |
[MASALAH KITA] Mengulas Berbagai Masalah Kesehatan Zaman Sekarang
Oleh: Any Sulistyowati
Masalah
Kesehatan Zaman Sekarang
| Pelatihan Yoga. Foto: dokumentasi KAIL |
[OPINI] Plus Minus Asuransi Kesehatan
Oleh David Ardes Setiady
![]() |
Gambar diambil dari http://www.kesehatanmasyarakat.info/?p=338
|
Sekarang ini tentu kita sudah tidak asing lagi dengan produk asuransi
kesehatan. Berbagai perusahaan asuransi menawarkan produk asuransi kesehatan
dengan macam-macam fitur yang pada intinya menawarkan kemudahan dan jaminan
saat mengakses layanan kesehatan. Mengapa asuransi kesehatan beredar? Dan apa
itu asuransi kesehatan?
[MEDIA] Dikepung oleh Zat Aditif yang Berbahaya pada Makanan!
Oleh: Tim YPBB
![]() |
| Pelatihan Zat Aditif Pada Makanan. Foto: dokumentasi YPBB |
Pendidikan
dan pelatihan adalah salah satu pilar Yayasan Pengembangan
Biosains dan Bioteknologi (YPBB)
dalam menjalankan kampanye gaya hidup organis bagi kalangan menengah ke atas
perkotaan di kota Bandung. Salah satu materi pelatihan yang pernah dibawakan
adalah tentang Bahaya Zat Aditif pada
Makanan.
[TIPS] Tips Hidup Sehat dan Hemat
Oleh: Melly Amalia
Dalam menjalankan aktivitas rutinnya, seorang aktivis harus selalu dalam kondisi fit dan sehat, baik secara jasmani dan rohani. Apalah artinya bila tubuh kuat, tapi jiwanya rapuh. Begitu pula sebaliknya, jiwa kuat tapi tubuh kita mudah lelah, stres dan tidak semangat. Bagaimana ingin mencapai mimpi bila hidupnya dikelilingi oleh kondisi yang rentan dengan penyakit. Saya percaya bahwa semua orang ingin mempunyai
Dalam menjalankan aktivitas rutinnya, seorang aktivis harus selalu dalam kondisi fit dan sehat, baik secara jasmani dan rohani. Apalah artinya bila tubuh kuat, tapi jiwanya rapuh. Begitu pula sebaliknya, jiwa kuat tapi tubuh kita mudah lelah, stres dan tidak semangat. Bagaimana ingin mencapai mimpi bila hidupnya dikelilingi oleh kondisi yang rentan dengan penyakit. Saya percaya bahwa semua orang ingin mempunyai
[JALAN-JALAN] Taman-Taman Kota di Bandung, Pendukung Gerakan Hidup Sehat Warga
Oleh: Selly Agustina
Banyak penelitian yang mengatakan bahwa kualitas hidup masyarakat perkotaan lebih rendah dari masyarakat perdesaan. Pertambahan penduduk yang sangat tinggi di kota seringkali melampaui kemampuan daya dukung lingkungannya, sehingga berimbas pada kualitas hidup manusia yang semakin rendah. Semakin meningkat jumlah populasi maka semakin banyak sumber daya alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan juga semakin banyak limbah yang dihasilkan. Pada tahun 1990, hanya 14 persen dari penduduk dunia yang tinggal di kota besar. Tahun 2008, penduduk yang tinggal di kota meningkat menjadi 50 persen. PBB memperkirakan jumlah penduduk dunia yang tinggal di kota besar akan meningkat menjadi 70 persen. Hal ini menimbulkan berbagai
Banyak penelitian yang mengatakan bahwa kualitas hidup masyarakat perkotaan lebih rendah dari masyarakat perdesaan. Pertambahan penduduk yang sangat tinggi di kota seringkali melampaui kemampuan daya dukung lingkungannya, sehingga berimbas pada kualitas hidup manusia yang semakin rendah. Semakin meningkat jumlah populasi maka semakin banyak sumber daya alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan juga semakin banyak limbah yang dihasilkan. Pada tahun 1990, hanya 14 persen dari penduduk dunia yang tinggal di kota besar. Tahun 2008, penduduk yang tinggal di kota meningkat menjadi 50 persen. PBB memperkirakan jumlah penduduk dunia yang tinggal di kota besar akan meningkat menjadi 70 persen. Hal ini menimbulkan berbagai
Subscribe to:
Posts (Atom)




