Tini (33th), adalah seorang perempuan yang telah menikah dan memiliki satu orang anak. Sebagai perempuan muda yang cerdas dan terampil, di tempat kerjanya Tini dipercaya sebagai manajer personalia. Setiap hari ia bangun pukul 04.00, lalu mulai mengerjakan pekerjaan rutinnya: memasak, membuatkan kopi dan jus untuk anak dan suami, menyiapkan pakaian anak dan suaminya, membangunkan dan memandikan anaknya, serta menyiapkan anaknya ke sekolah juga menyiapkan dirinya untuk ke kantor. Pukul 06.00 mereka sekeluarga pergi, suaminya ke kantor, anaknya ke sekolah dan dia sendiri ke kantornya. Pulang dari kantor, Tini langsung ganti pakaian, membersihkan rumah, menyiapkan makan malam, memandikan anak, menemani anak mengerjakan tugas dan belajar, serta menidurkan anaknya.
Rutinitas seperti ini ia jalani dari hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu biasanya ia isi dengan mencuci dan menyetrika, ikut pengajian dan arisan di RT, dan menemani anak bermain di taman kota. Sedangkan hari Minggu biasanya ada pertemuan ibu-ibu Dharma Wanita ataupun kelompok PKK. Tini mesti ikut pertemuan ini walaupun ia malas sebenarnya, karena Tono suaminya adalah pegawai negeri yang sedang dipromosikan jabatannya. Demi menunjang karier sang suami, Tini diminta untuk aktif dalam kegiatan Dharma Wanita dan juga kegiatan-kegiatan lainnya di kantor Tono.
Kisah Tini di atas adalah sebuah kisah ”biasa” yang dialami oleh banyak perempuan di Indonesia.